Tampilkan postingan dengan label Kisah Klasik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Klasik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Maret 2016

Kedermawanan Aisyah


Kisah tentang Aisyah radhiallahu ‘anhaa yang sedang berpuasa, lalu ada seorang miskin yang meminta makanan kepada Aisyah, sementara Aisyah tidak memiliki kecuali hanya sepotong roti.

Lalu Aisyah memerintahkan budak wanitanya untuk memberikan sepotong roti tersebut kepada sang miskin, maka sang budak berkata, 

“Engkau bakalan tidak memiliki makanan untuk berbuka puasa”. 

Akan tetapi Aisyah tetap memerintahkannya untuk memberikan roti tersebut kepada sang miskin.

Maka ternyata tatakala sore hari ada seseorang yang memberikan hadiah seekor kambing yang sudah dimasak untuk Aisyah.
(Lihat Tafsiir Al-Qurthubi 18/26~Abu Farah Al Farouq~Oki Setiana Dewi/fb)

Rabu, 02 Maret 2016

Selasa, 01 Maret 2016

Kisah Umar & Wanita tua

Ketika Umar baru pulang dari Syam menuju Madinah, ia menyelinap melakukan inspeksi ke pinggiran kota ..

Bertemulah ia dengan seorang wanita tua. Perlahan, Umar menghampirinya. Lalu, terjadilah dialog di antara keduanya. 

Wanita tua itu, tidak mengenali orang di hadapannya adalah Umar bin Khattab.

Senin, 29 Februari 2016

Sabtu, 27 Februari 2016

Kamis, 25 Februari 2016

Doa Mustajab, Saad bin Abi Waqqash


Saad bin Abi Waqqash, salah seorang sahabat yang paling awal memeluk Islam. Hanya beberapa orang sahabat saja yang mendahuluinya. Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, & Zaid bin Haritsah r.a. Ia menjadi tokoh utama di kalangan sahabat. Termasuk 10 orang yang diberi kabar gembira, sebagai penghuni surga.

Selasa, 17 Maret 2015

Jumat, 13 Februari 2015

Keberanian Abu Bakar ra. Membela Nabi


Keberanian Abu Bakar ra. membela Nabi Muhammad Saw, diceritakan Anas bin Malik ra. Suatu kali, pernah kaum Quraisy memukul Nabi Muhammad SAW, sehingga beliau jatuh pingsan. Ada orang yang mengatakan Abu Bakar ra., lalu segera dia meleraikan mereka, seraya berkata:

"Celaka kamu sekalian! Apakah kamu ingin membunuh orang yang mengatakan "Tuhanku Allah!" Kemudian orang-orang jahat bertanya: "Siapa orang ini?" Jawab mereka: "Inilah Abu Bakar ra. yang sudah gila itu!" Mereka pun meninggalkan Nabi Muhammad saw lalu berkelahi dengan Abu Bakar ra.

Bazzar memberitakan di dalam Musnadnya dari Muhammad bin Aqil dari Ali. bahwa pada suatu hari, dia berdiri berpidato kepada orang banyak, katanya: "Siapakah orang yang paling berani?" "Engkau, wahai Amirul Mukminin!" jawab orang-orang yang mendengarnya. "Memang barangkali aku, karena tiada siapa yang tanding pedang denganku, kecuali aku membelahnya menjadi dua." Ali lalu berdiam sebentar. Kemudian dia melanjutkan kata-katanya lagi: "Tetapi yang benar-benar berani adalah Abu Bakar ra.

Suatu hari kita mendirikan untuk Nabi SAW sebuah pondok, lalu kami berkata: "Siapa yang akan menjaga Nabi SAW supaya jangan ada orang musyrik mengganggunya, Demi Allah, tidak seorang pun yang maju ke depan, kecuali Abu Bakar ra. Sedang dia menghunuskan pedangnya & tiada seorang musyrik yang coba mendekati beliau, melainkan diayunkan pedang itu kepadanya. Inilah orang yang paling berani!" ujar Ali.

Kemudian dia bercerita lagi, "Pernah aku melihat kaum Quraisy mengancam Rasulullah SAW yang satu mengganggunya & yang lainnya menarik-nariknya seraya mengatakan: Engkaukah orangnya yang menjadikan tuhan-tuhan itu hanya Satu Tuhan saja?


Demi Allah aku tidak melihat siapa pun datang untuk menolong beliau, selain Abu Bakar ra. semata, dia memukul si fulan, menghadapi si fulan serta mendorong si fulan & dia terus-menerus berkata: Celaka kamu! Celaka kamu! Apakah kamu mau membunuh orang yang mengatakan "Tuhanku Allah ?"
=======
Baca juga:
  1. Abu Bakar ra.
  2. Dakwah Abu Bakar ra.

Dakwah Abu Bakar ra.



Dalam kitab Hayatussahabah, disebutkan bahwa Dakwah Nabi Muhammad saw kepada perorangan, dituliskan Abu Bakar ra. masuk Islam, setelah diajak Muhammad saw. Abu Bakar ra. kemudian mendakwahkan Islam kepada Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqas & beberapa tokoh penting dalam Islam lainnya.

Istrinya Qutaylah binti Abdul Uzza, tidak menerima Islam. Sehingga Abu Bakar ra. menceraikannya. Istrinya yang lain, Um Ruman menjadi Muslimah juga. Semua anaknya, kecuali 'Abdur Rahman bin Abu Bakar, sehingga ia & 'Abdur Rahman berpisah.

Sebagaimana yang juga dialami pemeluk Islam awal. Ia juga mengalami penyiksaan, yang dilakukan penduduk Mekkah, yang masih memeluk agama nenek moyang. Penyiksaan terparah dialami yang berasal dari golongan budak.

Pemeluk non budak, biasanya masih dilindungi para keluarga & sahabat. Para budak disiksa sekehendak tuannya. Hal ini mendorong Abu Bakar ra. membebaskan para budak, dengan membelinya dari tuannya kemudian memerdekakannya. Ketika peristiwa Hijrah, saat Nabi Muhammad saw pindah ke Madinah (622 M), Abu Bakar ra. adalah satu-satunya orang yang menemaninya.

Abu Bakar ra. terikat dengan Nabi Muhammad saw secara kekeluargaan. Anak perempuannya, Aisyah rha. menikah dengan Nabi Muhammad saw, beberapa saat setelah Hijrah. Kepribadian Abu Bakar ra. Aisyah berkata, Abu Bakar ra. adalah seorang pedagang, yang setiap hari pergi ke pasar jual beli.

Dia mempunyai sekumpulan domba yang dia urus sendiri & terkadang menggembalakannya atau dia serahkan orang lain. Dia juga memerah air susunya, untuk diberikan orang-orang kampung. Ketika dia sudah dibaiat sebagai khalifah, ada seorang gadis perempuan yang berkata,

"Tentunya sekarang dia tidak mau lagi memerah air susu untuk diberikan kepada kami". Abu Bakar ra. sempat mendengar perkataan gadis itu. Maka dia berkata, "Aku bersumpah untuk tetap memerah air susu bagi kalian & aku berharap agar tugasku yang baru ini tidak merubah kebiasaanku yang lalu.". Dia tetap memerah susu seperti biasanya & diberikan kepada mereka & meninggalkan usaha dagangnya.

Untuk keperluan diri & keluarga, dia mengambil gaji dari Baitul mal milik umat. Sekedar mencukupi keperluannya setiap hari, juga haji & umrah. Gajinya 1 tahun 6.000 dirham. Menjelang kematiannya, dia berkata, "Kembalikan sisa gaji yang ada di tangan kita ke Baitul-mal milik orang-orang Muslim, karena aku tidak ingin mengambil sedikit pun dari harta tersebut. Tanahku yang ada di tempat ini & itu juga bagi orang-orang Muslim."

Asma' binti Abu Bakar ra., berkata, "Saat Rasulullah Saw hijrah ke Madinah & Abu Bakar ra. bergabung beliau, maka Abu Bakar ra. membawa semua hartanya sebanyak 5 atau 6 ribu dirham. Kakekku yang buta, Abu Qahafah memasuki rumah seraya berkata, "Demi Allah, menurutku Abu Bakar ra. telah membuat kalian khawatir karena semua hartanya dia bawa."

"Tidak kakek, masih banyak kebaikan yang dia tinggalkan untuk kita," kata Asma'. Lalu aku mengambil kerikil-kerikil & kuletakkan di sebuah lubang di dalam rumah, yang di tempat itulah biasanya Abu Bakar ra. meletakkan hartanya. Kemudian kuletakkan kain di atasnya. Kupegang tangan kakek, sambil kukatakan kepadanya, "Letakkan tangan kakek di tempat penyimpanan harta ini."


Setelah meraba tempat itu, kakek berkata, "Tak apalah kalau dia meninggalkan harta ini untuk kalian. Dia memang telah berbuat yang terbaik, & sudah cukup untuk kalian." Padahal demi Allah, ayahku tidak meninggalkan apa pun untuk kami. Aku berbuat seperti itu dengan maksud untuk membuat agar kakek merasa tenang.
=======
Baca juga:
  1. Abu Bakar ra.
  2. Keberanian Abu Bakar ra. Membela Nabi

Abu Bakar ra.


Abu Bakar ra. (lahir: 572 - wafat: 23 Agustus 634 / 21 Jumadil Akhir 13 H). Termasuk di antara yang paling awal memeluk Islam. Setelah Muhammad saw wafat, Abu Bakar ra. menjadi khalifah Islam yang pertama pada 632 hingga 634 M.

Lahir dengan nama Abdullah bin Abi Quhafah. Berasal dari keturunan Bani Taim, suku Quraisy. Nama aslinya, Abdullah ibni Abi Quhaafah. Ia adalah 1 di antara 4 khalifah yang diberi gelar Khulafaur Rasyidin. Atau Khalifah yang Diberi Petunjuk.

Abu Bakar Ash-Shidiq Nama lengkapnya, 'Abdullah ibn' Utsman bin Amir bi Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr al-Quraishi at-Tamimi'. Bertemu nasabnya dengan Nabi Muhammad saw pada kakeknya, Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai. Dan ibu Abu Bakar ra. adalah Ummu al-Khair salma binti Shakhr bin Amir bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim. Yang berarti, ayah & ibunya sama-sama dari kabilah bani Taim.

Abu Bakar ra. adalah ayah Aisyah, istri Nabi Muhammad saw. Nama yang sebenarnya adalah Abdul Ka'bah (artinya 'hamba Ka'bah'), kemudian diubah Muhammad saw menjadi Abdullah (artinya 'hamba Allah').

Nabi Muhammad saw memberinya gelar Ash-Shiddiq (artinya 'yang berkata benar') setelah Abu Bakar ra. membenarkan peristiwa Isra Miraj, yang diceritakan oleh Nabi Muhammad saw kepada para pengikutnya. Ia lebih dikenal dengan nama "Abu Bakar ash-Shiddiq".

Abu Bakar ra. dilahirkan di kota Mekkah dari keturunan Bani Tamim (Attamimi), sub-suku bangsa Quraisy. Beberapa sejarawan Islam mencatat, ia adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar serta dipercaya sebagai orang yang bisa menafsirkan mimpi.


Ketika Nabi Muhammad saw menikah dengan Khadijah binti Khuwailid al-Asadiyah, ia pindah & hidup bersama Abu Bakar ra.. Saat itu Nabi Muhammad saw menjadi tetangga Abu Bakar ra. Sama seperti rumah Khadijah, rumahnya juga bertingkat 2 & mewah. Sejak saat itu mereka berkenalan satu sama lainnya. Mereka berdua berusia sama, pedagang & ahli berdagang.
=======
Baca juga:
  1. Dakwah Abu Bakar ra.
  2. Keberanian Abu Bakar ra. Membela Nabi


Senin, 10 Maret 2014

Sabtu, 01 Februari 2014

Jumat, 31 Januari 2014